Seluruh orang tua, tidak terkeculi panggilan sehari hari mu Papa, adalah seorang yang tak kenal lelah, selalu punya berbagai alasan untuk terus dan tetap berjuang demi keluarga, menepis segala kesedihan dan banyak alasan berusaha tetap tegar, kuat dan selalu berusaha sekuat tenaga agar anak-anaknya merasa tenang, bangga dan bahagia.
Sesuai karakter umum seorang laki laki, memang akan terlihat cuek seolah tak peduli, karena tak pandai mengungkapkan kata sayang dan malah kurang bisa berkomunikasi seperti seorang ibu. Papa lebih banyak mengungkapkan kasih sayang kepada anak dengan diam dan pembuktian, karena di dalam hatinya, ia menyimpan cinta yang besar berusaha sekuat tenaga untuk anak-anak dan keluarganya dapat bahagia.
Papa memiliki perasaan campur aduk menjelang kamu
melaksanakan pernikahan, rasa tersebut
berupa senang, sedih dan terharu,
menjadi satu.
Hari ini 22 Oktober 2023 bersamaan 7 Rabiul Awal 1445 menjadi hari bersejarah, saat mengucapkan lafadz Ijab kabul pada waktu pernikahan putri satu satu nya, dengan nada yang sangat berat, mata berkaca, Papa genggam erat tangan calon suami mu, meski secara lisan terlihat mudah Papa ucapkan, tapi di balik kata itu memiliki kandungan dan pesan, makna serta arti yang mendalam.
Melalui momen yang sakral ini, Papa mengucapkan selamat kepada putriku Arasti Okti Rahmi, SE, ME dan menantuku Ade Uchra Ramadhani SE Papa doa kan semoga ananda menjadi keluarga yang bahagia sampai ke Surga Nya Allah swt, dengan penuh cinta, ketenangan dan kasih sayang.
“Papa dan mama rela, tulus serta ikhlas Ami menjadi seorang istri Ade, dan kamu tetap di hati kami nak, kamu akan selalu menjadi putri kami. Papa dan mama senantiasa berdoa semoga Allah swt melindungimu dan suamimu,".
Sekrang Ananda sudah di dampingi oleh suami mu yang bertanggung jawab, memperhatikan, mengayomi, menjaga keamanan dan kenyamanan mu setiap saat dan waktu. Papa harus terima kenyataan, bahwa kamu kini sudah menjadi seorang istri. Walaupun ada rasa, tak percaya saat melihat foto-foto lama mu beberapa waktu lalu, namun putri kecil papa kini sudah dewasa.
Untukmu anakku Arasti Okti Rahmi, hari ini akan menjadi satu di antara hari-hari yang paling bersejarah dalam kehidupan ananda berdua. Hari ini adalah awal mulanya ananda meniti kehidupan baru bersama, menyemai cinta hingga tutup usia, menikmati hari-hari bersama, saling melengkapi dan berbagi, menggapai visi dan misi meraih ridho ilahi.
Memulai dengan menjalankan peran, tugas, hak dan kewajiban serta tanggung jawab masing-masing sebagai suami dan isteri.
Arasti okti rahmi, sekarang ananda telah memiliki imam, imam tersebut merupakan pilihanmu sendiri, ia adalah lelaki terbaik yang akan membimbing dan menuntunmu dalam kehidupan, maka taat dan patuhlah padanya, jaga kemulian dan kehormatannya, dia sosok yang papa amanahkan dan berdasarkan takdir ilahi dengan jalan lafaz ijab kabul dwn diikat kuat serta erat dengan mas kawin dan hafalan surat Asy-syarh (kelapangan).
Ia sosok yang akan mendampingimu, apapun yang ada padanya, itulah yang terbaik yang Allah anugerahkan untukmu, jika ada kekurangan dan kelemahan, maka ananda dan suami mu harus saling melengkapi.
Ketahuilah anakku, di dunia ini jangan pernah ananda mencari kesempurnaan, karena sampai kapanpun dan kemanapun kamu mencarinya tidak akan pernah engkau temukan di dunia fana ini,
Oleh karena itu, ananda tercinta Arasti Okti Rahmi, mulailah hari ini ananda menata awal kisah cinta dan kehidupan mu dengan pria yang baru saja berjanji mengucapkan lafaz ijab qabul, ananda jangan pernah membandingkan suamimu dengan lelaki mana pun. Karena ia juga sedang menahan diri agar tidak membandingkanmu dengan wanita manapun.
Ananda Arasti Okti Rahmi tercinta, bahwa proses untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan, ananda telah mempunyai teman untuk berjuang dan meraihnya dengan suami mu, yang merupakan lelaki pilihanmu, maka Jadilah ananda sebagai istri yang taat, bertanggung jawab dan berpegang kepada kompas kejujuran dan keikhlasan serta melaksanakan dan menjalankanya de
Pak Yusmar:
Bangunlah pondasi rumah tangga ananda dengan dasar agama, lantai lah
rumah tangga ananda dengan kesopanan dan keharmonisan
dindinglah rumah tangga ananda dengan kasih sayang, pengertian dan toleransi,
atapi dan lindungi rumah tangga ananda dengan kepercayaan dan kehormatan, isi
rumah tangga ananda dengan buah hati belahan jiwa diiringi gelak dan tawa dan
sinari lah rumah tangga ananda dengan cahaya keimanan dan ketaqwaan,
Kecantikan dan penampilan ananda perlu di pelihara untuk rumah tangga menjadi indah dan menarik, kekayaan reski dan kemapanan serta kesejahteraan perlu di kejar dan di raih dalam kehidupan, agar rumah tangga mengalami ketenangan dan kedamaian. Namun dari semua itu arahkan bahtera rumah tangga ananda pada muara dan pelabuhan kebahagiaan, karena itulah puncak keberhasilan dan pencapaian hakiki kehidupan.
Papa dan mama serta Semua yang hadir di sini mendambakan ananda dapat membangun dan meraih keluarga yang sakinah mawaddah dan warrohmah, atau rumah tangga sebagai gambaran surganya di dunia.
Sekarang dengan di awali kata mohon maaf atas kesalahan dan kehilafan, kekurangan dan kelemahan, dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim, disertai doa papa dan mama, berlayarlah ananda mengarungi samudera hidup dengan niat tulus dan lurus, dengan dasar iman dan taqwa yang teguh serta hati yang suci. Semoga illahirobbi me ridhoi.
Komentar
Posting Komentar